🪅 Renungan Harian Untuk Orang Sakit
Inilah pesan yang ingin disampaikan nas Firman Tuhan ini, mujizat kesembuhan yang diperbuat oleh Tuhan Yesus bukan hanya memperlihatkan kuasaNya sebagai penyembuh fisik manusia, tetapi ingin memperlihatkan pada kita kuasa ke-Mesiasan yang dimiliki oleh Yesus untuk menyembuhkan rohani manusia yang sakit yang menyebabkan putusnya hubungan/komunikasi manusia dengan Allah.
Dalam menjalani hidup, kita tidak selalu berada di tempat yang yang kita inginkan. Meski tampaknya berat, biarlah komitmen dan kesetiaan kita untuk melayani-Nya tidak berubah. Allah, sumber kasih karunia itu, akan melimpahkan kekuatan-Nya, memampukan kita. -- Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. ANUGERAH TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPINYA.
Ia sangat sedih karena ibunya masuk Rumah Sakit. Ibunya menderita kanker darah. Meskipun sudah berhari-hari ibunya dirawat, tetapi kondisinya semakin lemah. Berlin takut ibunya akan meninggal. la ingat bahwa selama ini, ia belum menyenangkan hati ibunya. la sering marah-marah kepada ibunya. la juga malas membantu ibunya di rumah.
Renungan. Kisah ini terjadi tanggal 25 Mei 1958. Seorang pemuda Korea yang tengah menjalani pertukaran mahasiswa di Universitas Pensylvania, Amerika, dibunuh secara brutal oleh 11 orang pemuda berjaket kulit. Peristiwa itu terjadi, ketika pemuda Korea tersebut baru memasukkan surat untuk orang tuanya di kotak pos yang tidak jauh dari tempat kosnya.
Renungan Harian Katolik, Senin 7 Februari 2022: Semua Orang yang Menjamah-Nya Menjadi Sembuh (1Raj 8: 1-7, 9-13; Mk 6: 53 - 56). Oleh: RD. Ambros Ladjar. POS-KUPANG.COM - Setiap kali kunjungan Presiden Jokowi ke mana pun, masyarakat sangat antusias.
Refleksi harian: Sakramen Urapan Orang Sakit. Hari ke-1: Luk 4:40 “…. Semua orang membawa kepadaNya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.”. Tuhan Yesus peduli kepada penderitaan para orang sakit dan menyembuhkan mereka.
Alkitabku: Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Lagu Pujian. Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Galatia 4:4-5.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 3 Juli 2022, Memaknai Prinsip Perutusan. Besarnya jumlah murid yang diutus, yakni 70 orang, menandakan bahwa pengutusan ini diperuntukkan bagi semua pengikut Yesus. Setiap orang yang mengikuti Dia adalah pekerja untuk tuaian.
Rasa takut juga kuatir pasti akan menyelimuti hati. Dan ketika tidak mampu mengatasi, maka akan muncul rasa putus…. Mungkin kamu harus menabur dengan air mata saat ini. Tapi kamu harus tetap berpegang pada janji Tuhan bahwa kamu akan menuai dengan sorak sorai.
tKLPvC.
renungan harian untuk orang sakit